PONOROGO — Pemerintah Kabupaten Ponorogo mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Grebeg Suro 2026, berbagai agenda budaya dan seni telah disiapkan untuk memeriahkan perayaan tahunan yang menjadi ikon budaya Kabupaten Ponorogo tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, mengatakan bahwa rangkaian Grebeg Suro 2026 akan menghadirkan sejumlah agenda utama, salah satunya Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke-31.
Festival tersebut akan diikuti berbagai kelompok seni reog, mulai dari grup reog dewasa, sanggar mahasiswa perguruan tinggi, hingga sanggar tingkat SMA. Menurutnya, FNRP bukan sekadar kegiatan hiburan, melainkan media transformasi budaya untuk menjaga keberlangsungan seni pertunjukan reog sebagai warisan budaya yang harus terus dilestarikan.
“Festival Nasional Reog Ponorogo bukan hanya sekadar kegiatan, tetapi menjadi media transformasi budaya sebagai warisan seni pertunjukan reog Ponorogo yang merupakan tanggung jawab kita bersama untuk melestarikannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Ponorogo sebelumnya telah memperoleh penghargaan dari Kementerian Pariwisata pada tahun 2023 sebagai Top Ten Event Nasional dari 115 event besar di Indonesia. Pada tahun 2026, Grebeg Suro kembali masuk dalam Top Ten Event Nasional dari 125 event besar se-Indonesia.
Selain FNRP, Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga menggelar Festival Reog Remaja (FRR) sebagai ajang pembinaan generasi muda untuk mencari bibit-bibit penari reog berbakat yang nantinya diharapkan mampu meneruskan, melestarikan, dan memajukan kesenian reog Ponorogo di masa mendatang.
Pelaksanaan Grebeg Suro 2026 juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelaku seni reog, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pengusaha perhotelan, rumah makan, toko makanan, penjual cinderamata khas Ponorogo, hingga pelaku perjalanan wisata. Kehadiran event budaya ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.
Rangkaian Grebeg Suro 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 20 Mei hingga 5 Juli 2026. Sejumlah agenda utama yang akan digelar antara lain:
1. Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP)
Menampilkan grup reog terbaik dari berbagai daerah di Indonesia sebagai puncak perayaan budaya.
2. Festival Reog Remaja (FRR)
Ajang apresiasi seni reog bagi generasi muda untuk melahirkan bintang reog masa depan.
3. Kirab Pusaka dan Pawai Lintas Sejarah
Prosesi adat sakral yang mengarak pusaka serta menelusuri jejak sejarah Kabupaten Ponorogo.
4. Larung Risalah Doa di Telaga Ngebel
Upacara adat penutup berupa larungan risalah doa sebagai simbol rasa syukur dan harapan keselamatan bersama di Telaga Ngebel.
Melalui Grebeg Suro 2026, Pemerintah Kabupaten Ponorogo berharap nilai-nilai spiritual, budaya, dan harmoni masyarakat tetap terjaga, sekaligus memperkuat identitas daerah serta warisan budaya bangsa Indonesia.
Wartawan: Drs. Sugeng Wiyono, SH,MSi
Media: GaptaCyber Indonesia



