Iklan

terkini

DPRD Jatim dan Dinas Perkebunan Gelar Penyuluhan Tembakau-Kopi di Ponorogo, JATIM

Redaksi Gapta Cyber
3/30/26, 13:26 WIB Viewer Today Last Updated 2026-03-30T06:26:04Z


Ponorogo, Jawa Timur — Upaya  memperkuat  sektor  perkebunan  sebagai  tulang  punggung ekonomi  pedesaan  terus  digencarkan di Kabupaten  Ponorogo. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan dan bimbingan teknis budidaya tembakau dan kopi yang digelar di Balai Desa Bangunrejo, Kecamatan Sukorejo.


Kegiatan ini menjadi momentum penting yang mempertemukan unsur pemerintah daerah, legislatif, serta para petani dalam satu ruang kolaborasi. Hadir dalam kegiatan tersebut M. Tunggul Swastiko, S.P., M.P., yang menjabat sebagai Kepala Bidang Perkebunan di Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo, bersama Hj. Atika Banowati selaku anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, serta Edy Suwito, SE selaku Kepala Desa Bangunrejo.


Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan seluruh kelompok tani se-Desa Bangunrejo yang tampak antusias mengikuti rangkaian acara.


Dalam arahannya, M. Tunggul Swastiko menegaskan bahwa sektor perkebunan, khususnya tembakau dan kopi, memiliki prospek besar jika dikelola dengan pendekatan teknis yang tepat dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas petani melalui penyuluhan yang aplikatif dan berbasis kebutuhan lapangan.


“Keberhasilan pertanian hari ini tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman, tetapi harus diperkuat dengan ilmu dan teknologi. Petani perlu memahami teknik budidaya yang benar agar hasil panen tidak hanya banyak, tetapi juga berkualitas dan bernilai jual tinggi,” ujarnya.


Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan kelompok tani menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pertanian yang kuat dan berdaya saing.


Sementara itu, Hj. Atika Banowati menegaskan perannya sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada petani. Ia menyampaikan bahwa sektor pertanian dan perkebunan harus menjadi prioritas dalam pembangunan daerah, mengingat perannya yang besar dalam menopang ekonomi masyarakat.


“Petani adalah fondasi ekonomi kita. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka mendapatkan akses terhadap program, pendampingan, serta perlindungan yang memadai. Dengan begitu, mereka bisa naik kelas dan lebih sejahtera,” ungkapnya.


Ia juga menilai bahwa komoditas tembakau dan kopi dari Ponorogo memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, baik dari sisi kualitas maupun perluasan pasar.


Di sisi lain, suasana kegiatan semakin hidup saat Kepala Desa Bangunrejo, Edy Suwito, SE menyampaikan sambutannya. Dengan gaya yang sederhana namun penuh makna, ia mampu menyentuh semangat para petani yang hadir.


Dalam pidatonya, ia menggambarkan bahwa bertani bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi bagian dari perjuangan hidup masyarakat desa.


“Tembakau dan kopi adalah bagian dari kehidupan kita. Dari sinilah kita menyekolahkan anak, membangun rumah, dan menjaga keberlangsungan keluarga. Maka dari itu, kita harus mengelolanya dengan sungguh-sungguh dan penuh kesadaran untuk terus belajar,” tuturnya dengan penuh keyakinan.


Lebih jauh, ia menunjukkan komitmen kuat pemerintah desa dalam mendampingi petani agar mampu berkembang di tengah tantangan zaman.


“Kami tidak ingin petani berjalan sendiri. Pemerintah desa akan terus hadir, membuka akses, memperkuat kelembagaan, dan memastikan hasil panen petani memiliki nilai tambah yang lebih baik,” tegasnya.


Dalam kegiatan penyuluhan ini, para petani mendapatkan pembekalan teknis secara langsung mengenai budidaya tembakau dan kopi, mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik pengolahan lahan, pola tanam, hingga perawatan tanaman yang efektif.


Diskusi interaktif yang terjadi sepanjang kegiatan menjadi bukti tingginya semangat belajar para petani. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif bertanya dan berbagi pengalaman di lapangan.


Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya petani, sekaligus memperkuat sektor perkebunan sebagai salah satu pilar utama perekonomian di Kabupaten Ponorogo.


Dengan sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah, legislatif, pemerintah desa, dan kelompok tani, potensi tembakau dan kopi di Desa Bangunrejo diyakini akan terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.


Wartawan: Gaptacyber Indonesia— Suwito

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • DPRD Jatim dan Dinas Perkebunan Gelar Penyuluhan Tembakau-Kopi di Ponorogo, JATIM

Terkini

Iklan