Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo secara resmi membuka rangkaian kegiatan Grebeg Suro 2026 yang dirangkai dengan Festival Reog Remaja (FRR) XXII dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI. Upacara pembukaan berlangsung meriah dan menjadi momentum pelestarian budaya sekaligus promosi pariwisata daerah yang telah menjadi tradisi tahunan masyarakat Ponorogo, Jawa Timur.
Grebeg Suro merupakan warisan budaya luhur yang mencerminkan jati diri bangsa melalui nilai-nilai spiritual, budaya, dan harmoni kehidupan masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan Keputusan Bupati Ponorogo Nomor SK 100.3.3.2/HRH/164/405.08/2026 tentang Pembentukan Tim Pelaksana Kegiatan Penyelenggara Perayaan Grebeg Suro, Festival Reog Remaja XXII, dan Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Tahun 2026.
Pada upacara pembukaan, para tamu undangan disuguhkan penampilan seni Reog Polotion Kreasi yang memukau. Atraksi tersebut berhasil mencuri perhatian dan mendapatkan apresiasi tinggi dari seluruh undangan yang hadir karena memadukan unsur tradisi dan kreativitas modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya asli Ponorogo.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Grebeg Suro bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan sarana untuk memperkuat identitas daerah, menjaga kelestarian seni budaya, serta meningkatkan daya tarik wisata Kabupaten Ponorogo di tingkat nasional maupun internasional.
Pembukaan Grebeg Suro 2026 juga dihadiri berbagai tokoh dan pejabat penting, di antaranya perwakilan Kementerian Pariwisata, Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, DPRD Kabupaten Ponorogo, serta wisatawan mancanegara dari Jepang, Suriah, Korea Selatan, Belanda, dan Prancis yang turut menyaksikan kemeriahan acara.
Tahun ini, Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI diikuti oleh 36 grup reog dari berbagai daerah di Indonesia. Sementara itu, Festival Reog Remaja (FRR) XXII diikuti oleh 24 peserta, yang menunjukkan tingginya minat generasi muda dalam melestarikan seni budaya Reog Ponorogo.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal hingga akhir acara. Ribuan warga memadati area pembukaan untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan. Puncak kemeriahan pembukaan Grebeg Suro 2026 ditandai dengan pertunjukan kembang api yang menghiasi langit Ponorogo, menambah semarak suasana malam dan menandai dimulainya rangkaian agenda budaya terbesar di Bumi Reog.
Melalui penyelenggaraan Grebeg Suro, Festival Reog Remaja, dan Festival Nasional Reog Ponorogo, diharapkan budaya Reog semakin dikenal luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia internasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat Kabupaten Ponorogo.Naskah ini sudah disusun dengan gaya berita blog yang informatif dan mudah dipublikasikan di website atau portal berita daerah.
Wartawan: Drs. Sugeng Wiyono, SH,MSi
Media: GaptaCyber Indonesia




