Iklan

terkini

Gempa Kuat di Filipina Berdampak ke Indonesia, BMKG Catat 20 Gempa Susulan

Redaksi Gapta Cyber
6/08/26, 16:05 WIB Kali Dibaca Last Updated 2026-06-08T09:23:19Z



Ponorogo - Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,8 yang mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pukul 06.37 WIB menjadi salah satu gempa terbesar yang terjadi di kawasan Asia Tenggara tahun ini. Gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina tersebut memicu peringatan tsunami di Filipina, Indonesia, Malaysia, hingga sejumlah negara di kawasan Pasifik.


Di Filipina, pusat gempa berada di dekat wilayah Sarangani dan General Santos, Mindanao. Guncangan kuat menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, rumah warga, fasilitas pendidikan, dan infrastruktur publik. Beberapa bangunan dilaporkan roboh, sementara pasokan listrik sempat terganggu di sejumlah daerah terdampak. Pemerintah Filipina juga menutup sementara sekolah, melakukan evakuasi warga pesisir, serta mengaktifkan pusat-pusat pengungsian dan operasi penyelamatan darurat. Hingga Senin siang, otoritas Filipina melaporkan sedikitnya 19 orang meninggal dunia, lebih dari 130 orang mengalami luka-luka, dan sejumlah warga masih dalam pencarian akibat tertimpa reruntuhan bangunan.


Gelombang tsunami juga teramati di beberapa wilayah pesisir Filipina dengan ketinggian mencapai sekitar satu meter. Meski tidak berkembang menjadi tsunami besar, pemerintah setempat tetap mempertahankan status siaga hingga kondisi dinyatakan aman dan aktivitas gempa susulan mereda.





Di Indonesia, dampak gempa paling terasa di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. BMKG mencatat kenaikan muka air laut di sembilan titik pengamatan. Gelombang tertinggi terukur di Talengan, Sulawesi Utara, mencapai 0,75 meter, disusul Paleleh sebesar 0,45 meter, Melonguane dan Tanjung Sidupa masing-masing 0,32 meter, serta Tahuna 0,30 meter.


Selain tsunami kecil, guncangan gempa juga dirasakan kuat di wilayah Kepulauan Talaud dan Kepulauan Sangihe. Di Miangas dan Melonguane, intensitas gempa mencapai VI MMI yang menyebabkan retakan pada sejumlah bangunan dan kerusakan ringan pada beberapa fasilitas warga. Getaran juga dirasakan hingga Manado, Bitung, Morotai, Ternate, Halmahera Utara, Gorontalo, Palu, dan sejumlah wilayah lainnya dengan intensitas III hingga V MMI.


BMKG mencatat hingga pukul 10.00 WIB telah terjadi sedikitnya 20 gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 3,9 hingga 6,7. Meski peringatan dini tsunami telah dicabut pada pukul 10.15 WIB, masyarakat di wilayah pesisir tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak berasal dari sumber resmi.


Sumber: bmkg.go.id, theguardian.com

Wartawan: Maurisa Milati Azka

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Gempa Kuat di Filipina Berdampak ke Indonesia, BMKG Catat 20 Gempa Susulan

Terkini

Iklan