Jakarta - gaptacyber.com - Richard William selaku Ketua Umum Barisan Kepemudaan Republik Indonesia BK RI, yang juga selaku Pendiri Forum Wartawan Jaya Indonesia FWJI dan Perkumpulan Pengacara GAPTA. Menilai Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi atau yang lebih dikenal Gubernur Konten, lebih condong melindungi Para Begal Tanah daripada warganya yang sampai ada masuk penjara dan ada yang kehilangan tempat tinggal diwilayah Pasirkoja Sukahaji Bandung dalam keterangan Persnya pada hari Kamis 06 Agustus 2026.
Richard memaparkan beberapa bukti terkait beberapa kali surat resmi yang ditembuskan ke Gubernur Jawa Barat dan semua instansi dibawahnya yang terkait hal tersebut, sama sekali tidak ada respon yang positif.
Bahkan baik dari tingkat Kelurahan, Kecamatan, dan Walikota pada bungkam! Dan hal ini disampaikan Richard bukan tanpa alasan, karena sudah beberapa kali dilayangkan.
Mengingat bagaimana bisa Objek Sertifikat berada di Wilayah lain digunakan mengklaim dan memenjarakan masyarakat yang ada diwilayah Pasirkoja, lantas apa namanya kalau bukan Begal Tanah? tutur Richard.
Bahkan dalam beberapa perkara baik Pidana maupun Perdata tidak ada sama sekali menyinggung soal PT. Sakura. Jelas aneh kalau langsung disimpulkan ini merupakan persoalan hukum sengketa lahan antara PT Sakura dengan Masyarakat Pasirkoja Sukahaji tanpa adanya landasan hukum yang jelas dari Para Begal Tanah.
Yang parahnya lagi menurut Richard sampai saat ini baik dari pihak DPRD Kota dan DPRD Provinsi tidak ada tanggapan dan tindakan ataupun respon sama sekali terkait adanya persoalan ini.
Richard berharap masyarakat Jawa Barat sadar dan tergerak supaya tidak tergiur dengan sayembara tangkap begal dengan iming iming imbalan. Jelas ini bukan motivasi atau contoh yang baik, dan bisa memicu persoalan hukum baru (main hakim sendiri).
Mungkin selama ini Gebernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beranggapan masyarakat tidak punya kesadaran diri atau empati dalam peran menjaga Ketertiban Masyarakat atau disebut Kantibnas. Itu pandangan yang keliru dan menyesatkan, yang seolah-olah bila tidak ada imbalan masyarakat tidak peduli begal (Contoh bukti - Begal Tanah di Pasirkoja terus dilawan). Jadi wajar kalau sampai menuai kritik dari Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra.
Richard berharap Menteri Keuangan Purbaya, Menko Kumham Imipas, Komnasham dan Ombudsman segera turun tangan terhadap penderitaan masyarakat Pasirkoja Sukahaji Bandung, yang terus dalam tekanan bayang bayang Para Begal Tanah yang mengakibatkan kerugian negara hingga Ratusan Milyar Rupiah akibat masyarakat yang ingin taat pajak atas bumi dan bangunan (PBB) terus dihambat.#Wito.Red.GC








