PONOROGO — Musibah memilukan terjadi di kawasan hutan Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Darmi, perempuan kelahiran 1961, warga Desa Sampung, Kecamatan Sampung, meninggal dunia setelah mengalami luka bakar parah ketika sedang mencari kayu bakar di kawasan hutan, Kamis, 17 September 2026.
Peristiwa tersebut menyisakan duka sekaligus tanda tanya mengenai asal mula api yang menyebabkan korban tidak mampu menyelamatkan diri.
Kronologi bermula ketika Darmi pergi ke kawasan hutan untuk mencari kayu bakar. Aktivitas tersebut dilakukan sebagaimana warga yang memanfaatkan ranting atau kayu kering di kawasan sekitar hutan.
Namun, situasi berubah ketika api tiba-tiba berkobar di sekitar lokasi korban berada. Kobaran api kemudian menjalar dan membuat korban berada dalam kondisi yang membahayakan.
Diduga, korban tidak sempat menghindar dari kobaran api yang semakin meluas. Akibatnya, Darmi mengalami luka bakar serius di bagian tubuhnya.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berupaya memberikan pertolongan. Korban dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke Puskesmas Sampung untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, luka bakar yang diderita korban tergolong parah. Upaya pertolongan medis tidak berhasil menyelamatkan nyawa Darmi. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Sampung.
Api Diduga Berasal dari Pembakaran Sampah. Di balik peristiwa tragis tersebut, muncul dugaan bahwa api berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan seseorang di sekitar kawasan hutan.
Jika dugaan tersebut benar, persoalannya bukan sekadar kebakaran biasa. Pembakaran di kawasan yang dipenuhi material kering dapat dengan cepat berubah menjadi kobaran api yang sulit dikendalikan.
Terlebih, kawasan hutan memiliki banyak ranting, dedaunan kering, serta material lain yang mudah terbakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat dan membahayakan siapa pun yang berada di sekitarnya.
Namun demikian, dugaan mengenai sumber api tersebut masih harus dibuktikan. Belum dapat dipastikan siapa yang menyalakan api maupun apakah pembakaran sampah tersebut benar-benar menjadi penyebab langsung korban mengalami luka bakar.
Pihak berwenang perlu memastikan kronologi secara menyeluruh, termasuk titik awal api, kondisi lokasi, serta aktivitas yang berlangsung sebelum kejadian.
Kewaspadaan di Kawasan Hutan Dipertanyakan. Peristiwa ini juga menjadi peringatan serius mengenai bahaya aktivitas pembakaran di sekitar kawasan hutan.
Masyarakat perlu memahami bahwa membakar sampah di dekat kawasan dengan vegetasi kering memiliki risiko tinggi. Terlebih jika tidak ada pengawasan terhadap api dan tidak tersedia langkah antisipasi apabila api tiba-tiba membesar.
Kasus yang menimpa Darmi menunjukkan bahwa kelalaian terhadap api dapat berujung fatal. Seorang warga yang awalnya hanya datang untuk mencari kayu bakar justru harus kehilangan nyawa setelah terjebak kobaran api.
Kini, selain duka yang ditinggalkan bagi keluarga korban, masih ada pertanyaan yang perlu dijawab: dari mana sebenarnya api tersebut berasal, siapa yang menyalakannya, dan apakah ada kelalaian yang menyebabkan api tidak terkendali?
Jawaban atas pertanyaan tersebut penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan keselamatan warga yang beraktivitas di kawasan hutan dapat lebih terjamin.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama di sekitar kawasan hutan dan lahan yang dipenuhi bahan-bahan mudah terbakar.
Kasus meninggalnya Darmi menjadi pengingat bahwa api yang dianggap kecil sekalipun dapat berubah menjadi ancaman serius dalam hitungan waktu.
Wartawan: Suwito



