Ponorogo – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) IX, Hj. Atika Banowati, SH, menggelar kegiatan reses di Kabupaten Ponorogo dengan mengangkat tema pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam sambutannya, Hj. Atika Banowati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat, khususnya warga Ponorogo, yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi wakil rakyat di DPRD Provinsi Jawa Timur.
"Kepercayaan yang diberikan masyarakat merupakan amanah yang harus kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, melalui kegiatan reses ini kami ingin hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi sekaligus memberikan manfaat melalui sosialisasi yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.
Politisi Partai Golkar tersebut menjelaskan, kegiatan reses yang dikemas dalam program "Sowan" merupakan salah satu cara anggota dewan untuk lebih dekat dengan masyarakat. Selain menjadi forum silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di daerah masing-masing.
Menurut Atika, sebagai wakil rakyat dari Dapil IX yang meliputi lima kabupaten, pelaksanaan kegiatan dilakukan secara proporsional agar seluruh wilayah mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama dalam menyampaikan aspirasi.
Pada kesempatan itu, isu pengelolaan sampah menjadi fokus utama pembahasan. Ia menilai persoalan sampah telah menjadi tantangan yang dihadapi hampir seluruh daerah di Jawa Timur seiring meningkatnya volume sampah rumah tangga setiap hari.
"Setiap rumah tangga menghasilkan sampah setiap hari. Jika tidak dikelola dengan baik, dampaknya akan dirasakan bersama. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat," katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah kabupaten dan kota saat ini menghadapi persoalan serius terkait kapasitas pengelolaan sampah. Kondisi tersebut memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan berbagai pihak agar dapat ditemukan solusi yang berkelanjutan.
Untuk memperkaya pembahasan, kegiatan sosialisasi menghadirkan pengamat dan pemerhati lingkungan serta narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup. Para peserta mendapatkan edukasi mengenai pemilahan sampah sejak dari rumah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga pemanfaatan sampah yang memiliki nilai ekonomi melalui proses daur ulang.
Melalui kegiatan reses ini, Hj. Atika Banowati berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus meningkat. Ia menegaskan bahwa perubahan besar dalam menjaga kelestarian lingkungan harus dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari oleh setiap keluarga.
"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum penyampaian aspirasi, tetapi juga mampu membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Dengan semangat gotong royong, persoalan sampah dapat diatasi bersama demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi mendatang," pungkasnya.
Wartawan: Drs. Sugeng Wiyono, SH,MSi
Media: GaptaCyber Indonesia



